Membuat Telur Asin


TELUR asin, sejak lama memang telah terbukti menjadi salah satu “teman” nasi yang mudah didapat. Di Banjarnegara, makanan ini bahkan menjadi salah satu unggulan daerah itu. Lauk yang satu ini, bahkan tersedia di banyak warung kelontong, pasar tradisonal, serta supermarket.

Jika ada waktu, kita pun dapat membuatnya sendiri di rumah. Bahan-bahannya pun mudah didapat. Berikut cara membuatnya.

 Bahan-bahan

  1. Sediakan telur bebek / itik 30 butir, bisa pula digunakan telur ayam.
  2. Sediakan abu gosok, abu bekas bakaran kayu, atau batu bata yang telah ditumbuk halus.
  3. Sediakan garam sebanyak yang dibutuhkan dan campuran rasa lain yang diinginkan. Bahan lain tersebut antara lain cabe, jahe, atau bahan-bahan lain yang dapat menambah cita rasa sesuai selera.

 Memilih Telur

  1. Telur, sebagai bahan pokok dari makanan ini harus dipilih yang benar-benar baik. Hal ini demi menjaga kualitas produk yang kita buat. Telur tersebut juga harus yang belum pernah dierami. Jangan sampai di dalam telur tersebut nantinya terdapat janin itik, karena hal itu dapat merusak produk.
  2. Periksa pula secara cermat kondisi fisik telur. Jangan sampai ada cangkangnya yang rusak, retak, atau pecah. Telur semacam itu ada kemungkinan sudah rusak dan bisa membuat produk kita cacat.
  3. Sediakan baskom berisi air dan masukkan telur-telur itu ke dalamnya.
  4. Periksa benar-benar. Jika ada yang mengambang, segera pisahkan karena berarti telur tersebut sudah tidak baik.
  5. Diamkan telur-telur yang tenggelam atau setengah melayang. Hal itu sekaligus agar kotorannya mudah dibersihkan. Untuk membersihkan telur yang sangat kotor, bisa menggunakan deterjen hangat dan digosok pelan-pelan sampai bersih.
  6. Teropong telur yang sudah kering dan lihat isinya. Pilih telur yang kerabangnya tidak retak, isinya bersih, dan rongga udaranya kecil.

Proses Pembuatan

Dalam membuat telur asin, bisa menggunakan berbagai cara. Antara lain merendam telur dalam larutan garam. Cara lain adalah membungkus telur dengan adonan pemeraman yang dibuat dari abu gosok, serbuk batu
bata, dan tanah liat. Bahan-bahan tersebut nantinya harus dicampur dengan garam.

 

Menggunakan Larutan Garam Jenuh.

Pembuatan telur asin menggunakan larutan garam jenuh ini sangat mudah. Prosesnya adalah sebagai berikut.

  1. Panaskan air, namun tidak perlu sampai
    mendidih.
  2. Masukkan garam dengan jumlah cukup
    banyak dan aduk sampai larut. Garam yang digunakan bisa berupa garam yang belum diolah dan harganya murah. Tetapi akan lebih baik jika menggunakan garam yang sudah beryodium, sehingga zat tersebut bisa ikut masuk ke dalam telur. Seperti diketahui, garam beryodium bisa mencegah penyakit gondok.
  3. Angkat air dari tungku dan dinginkan.
  4. Letakkan wadah untuk perendaman telur di tempat rata dan stabil.
  5. Masukkan / rendam telur itik yang sudah bersih.
  6. Diamkan selama 7 – 10 hari.
  7. Setelah masa perendaman cukup, angkat dan bersihkan.
  8. Rebus telur-telur tersebut sampai matang.
    1. Dalam proses perebusan tersebut, harus diusahakan agar telur tidak saling berbenturan. Hal itu untuk mencegah telur pecah dan produk cacat.
    2. Masukkan telur ke dalam panci yang sudah berisi air dingin.
    3. Rebus air dan telur tersebut dengan api sedang, tetapi jangan sampai mendidih selama 30 menit.
    4. Setelah itu, besarkan api hingga air mendidih dan telur matang.

 

Menggunakan Adonan Pemeraman

Adonan pemeraman bisa dibuat dengan beragam bahan alternatif, yakni tanah liat, serbuk batu bata, atau abu gosok. Tentu saja, bahan-bahan tersebut nantinya harus dicampur dengan garam untuk memberikan rasa asin.

  1. Menggunakan tanah liat

Bahan-bahan

·    Sediakan telur itik 30 butir

·    Tanah liat 20 genggam.

·      Sekam padi ½ kg.

·      Garam 1 kg

·     Sediakan air bersih secukupnya

Proses Pembuatan

  • Aduk adonan hingga merata.
  • Tambahkan air sedikit demi sedikit, sambil diaduk hingga menjadi kental dan dapat melekat pada telur.
  • Bungkus telur itik dengan adonan tersebut.
  • Simpan telur tersebut selama 7 – 10 hari.
  • Dalam proses pengasinan tersebut, biasanya garam yang terserap sekitar 5 %-10%. Karena itu kalau adonan tersebut akan digunakan
    lagi, perlu ditambahkan lagi garam dengan jumlah yang sama dibandingkan dengan yang hilang.
  •  Setelah masa pemeraman cukup, bersihkan telur dan kemudian rebus. Agar cangkang telur tidak pecah, sebaiknya telur tersebut
    direndam terlebih dulu dalam air, agar adonan yang membalutnya terlepas dan bersih. Perebusan dilakukan dengan cara seperti yang telah dijelaskan dalam bagian sebelumnya.

 

Menggunakan serbuk batu bata

a.      Bahan-bahan

·      Sediakan telur itik 30 butir

·       Serbuk batu bata merah sebanyak 60 genggam.

·       Garam 2 kg

·       Sediakan air bersih secukupnya.

b.     Proses Pembuatan

·       Aduk serbuk batu bata merah dengan garam dan air secukupnya hingga mengental.

·       Bungkus telur asin dengan adonan tersebut.

·       Diamkan selama 7 – 10 hari.

·       Dalam proses pengasinan tersebut, biasanya garam yang terserap sekitar 5 %-10%. Karena itu kalau adonan tersebut akan digunakan
lagi, perlu ditambahkan lagi garam dengan jumlah yang sama dibandingkan dengan
yang hilang.

·       Setelah masa pemeraman cukup, bersihkan telur dan kemudian rebus, seperti yang telah dijelaskan dalam bagian sebelumnya.

 

 

  1. Menggunakan abu gosok atau abu
    dapur.

a.      Bahan-bahan

·       Sediakan telur itik 30 butir

·       Abu gosok sebanyak 60 genggam.

·       Garam 1 kg

·       Sediakan air bersih secukupnya.

b.     Proses Pembuatan

·       Aduk abu gosok dengan garam dan air secukupnya hingga mengental.

·       Bungkus telur asin dengan adonan tersebut.

·       Diamkan selama 7 – 10 hari.

·       Dalam proses pengasinan tersebut, biasanya garam yang terserap sekitar 5 %-10%. Karena itu kalau adonan tersebut akan digunakan
lagi, perlu ditambahkan lagi garam dengan jumlah yang sama dibandingkan dengan
yang hilang.

·       Setelah masa pemeraman cukup, bersihkan telur dan kemudian rebus, seperti yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.

 

Ciri Telur Asin Rebus Yang Baik adalah :

  1. Memiliki kuning telur berwarna kuning cerah dan berminyak.
  2. Posisi kuning telur berada di tengah-tengah, bukan di pinggir juga tidak banyak terdapat rongga.
  3. Simak baik-baik tips untuk proses membuat telur asin.
  1. Tips Agar Telur Asin Lebih Awet Telur asin yang langsung direbus setelah diperam, hanya akan bertahan maksimal 3 pekan. Namun jika sebelum direbus direndam dulu dalam air teh selama 4 – 8 hari, telur asin tersebut dapat bertahan hingga 6 pekan. Penggunakan ekstrak daun teh ini bertujuan agar zat tanin yang terkandung dalam daun teh dapat menutupi pori-pori telur serta memberikan warna coklat muda yang menarik. Selain itu aromanya juga akan lebih wangi, sehingga disukai konsumen.
  2. Menambah aroma unik pada produk.

Menampilkan produk yang berbeda, merupakan salah satu cara agar konsumen tertarik. Hal ini tentu bisa menjadi keunggulan komparatif, dibanding produk sejenis. Nah…, salah satu upaya menambah nilai tersebut, adalah memberikan aroma tambahan pada
telur asin yang kita buat.

Sebagai percobaan, kita bisa menggunakan jahe, namun nantinya bahan-bahan lain seperti cabe pun bisa dimasukkan. Cara yang bisa dilakukan adalah :

  1.  
    1. Sediakan jahe secukupnya.
    2. Haluskan jahe dengan blender dan ambil ekstraknya.
    3. Campurkan ekstrak jahe tersebut ke dalam larutan garam, atau campurkan dalam adonan pemeraman.
    4. Selanjutnya laksanakan proses pembuatan telur asin seperti yang telah dijelaskan di bagian sebelumnya.

(Purwoko Adi Seno- Dari Berbagai Sumber)

About these ads

Posted on 12 Desember 2009, in Tak Berkategori and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Ping-balik: Pemerhati Bencana

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: